Bursa Asia terpuruk untuk hari kedua akibat penguatan nilai tukar yen pada tingkat tertinggi dalam satu bulan terhadap dollar. Saham perbankan merosot atas kekhawatiran pertumbuhan earnings akan melambat dan penurunan harga jual memory komputer menekan saham-saham produsen chip.
Saham Toyota Motor Corp, yang mana 31% pendapatannya berasal dari Amerika Utara, turun 1,1% di Tokyo. Saham Commonwealth Bank of Auatralia, bank terbesar di negara itu, tertekan 2,3% di Sidney. Saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank terbesar di Jepang yang tercatat di bursa, menurun 2,2% setelah Barclays Plc mengatakan pendapatan bank dari kredit akan merosot. Saham Powerchip Semiconductor Corp turun 5,2% di Taipei dan Elpida Memory Inc turun 5%.
MSCI Asia Pacific Index turun 0,7% menjadi 125,41 pada pukul 2:23 p.m. di Tokyo.
Nikkei 225 Stock Average di Jepang turun 0,9% menjadi 10.753,12 di Tokyo dan Hang Seng Index turun 0,2% di Hong Kong.
Toyota, produsen kendaraan terbesar dunia, menurun 1,6% menjadi 4.125 yen. Honda Motor Co, yang mana 81% pendapatannya berasal dari luar negeri, menurun 2,4% menjadi 3.290 yen. Saham Sony Corp, eksportir televisi terbesar Jepang dan sekitar 70% pendapatannya berasal dari luar Jepang, turun 1,3% menjadi 3.050 yen.
Nilai tukar yen menguat menjadi 90,37 terhadap dollar hari ini, nilai terkuat sejak 21 Desember, dari 91,04 saat penutupan bursa Tokyo kemarin. Dengan demikian nilai dari pendapatan perusahaan Jepang dari luar negeri akan menurun ketika dikonversi kedalam mata uang local.
More: http://dfmoney.wordpress.com/2010/01/19/penguatan-yen-tekan-bursa-asia/
Posted in 




